Monitoring Dan Evaluasi Kegiatan Program Kosa Bangsa

Dwi S Yanie 21 November 2025 13:07:24 WIB

Sidoharjo (SIDA) - Program Kolaborasi Sosial Bersama Nusantara (Kosabangsa) Tahun 2025 untuk Kalurahan Sidoharjo memasuki fase penting dengan dilaksanakannya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara virtual pada Jum’at, 21 November 2025. Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh unsur tim, mulai dari Ketua, Anggota, perwakilan Mahasiswa, hingga Mitra sasaran ini, bertujuan mengevaluasi capaian dan dampak dari program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan.

Kegiatan Monev dipusatkan via Zoom Meeting dan dihadiri secara antusias oleh para pihak terkait. Dalam paparannya, tim pendamping Kosabangsa yang terdiri dari perwakilan AKPRIND Indonesia dan UGK memaparkan strategi utama program, yaitu “Penguatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir melalui Energi Terbarukan, Diversifikasi Pangan, Pemanfaatan Air Siap Minum, dan Ekonomi Biru di Sidoharjo.”

Kalurahan Sidoharjo, yang terletak di pesisir Kabupaten Gunungkidul, menjadi lokus program yang berkolaborasi dengan dua mitra strategis: Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk penyerahan hibah sejumlah alat penunjang yang langsung menyentuh kebutuhan dan potensi lokal.

Hibah untuk Pemberdayaan Mitra dari program Kosabangsa berupa:

• Untuk Mitra Pokdarwis: Satu unit Depot Air Minum dan satu unit Mesin Pencacah Sampah Plastik. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan layanan wisata melalui penyediaan air minum yang layak sekaligus mendukung kebersihan lingkungan dengan mengelola sampah plastik.

• Untuk Mitra Gapoktan: Panel Tenaga Surya dan Sprinkler untuk efisiensi irigasi, Mesin Pencacah Ketela dan Penepung Ketela untuk diversifikasi produk olahan pangan lokal, serta Mesin Pencuci Rumput Laut yang akan meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil laut masyarakat.

Dalam sesi dialog yang interaktif, perwakilan dari Mitra Gapoktan dan Mitra Pokdarwis mendapat kesempatan untuk memberikan penjelasan langsung mengenai alat-alat yang telah diterima. Mereka memaparkan secara rinci mengenai fungsi dan manfaat setiap mesin, serta bagaimana bantuan ini telah dan akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produktivitas kelompok.

Kegiatan Monev ini tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan penyelarasan agenda untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan sinergi yang kuat antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, Program Kosabangsa 2025 diharapkan dapat meninggalkan dampak yang berkelanjutan dan menjadi model pemberdayaan bagi daerah pesisir lainnya.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung