Genduri Dan Tabur Bunga Wujud Syukur Atas Selesainya Mitigasi Luweng Di Pasar Bintaos

Dwi S Yanie 26 Desember 2025 10:58:49 WIB

SIDOHARJO (SIDA) – Sebagai wujud rasa syukur dan upaya pelestarian tradisi, Pemerintah Kalurahan Sidoharjo menggelar Genduri Adat Bersih Luweng. Acara ini dilaksanakan usai terselesaikannya pekerjaan mitigasi dan perbaikan drainase pada luweng (lubang atau saluran air bawah tanah khas karst) yang terletak di Komplek Pasar Bintaos. Genduri berlangsung pada Jum’at pagi, 26 Desember 2025.

Acara yang bernuansa khidmat dan syukur ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan masyarakat. Hadir memberikan dukungan Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, Sigit Subarno, S.AP, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) Kabupaten Gunungkidul. Turut hadir Panewu Tepus dan jajarannya, Kapolsek Tepus, Danramil Tepus, beserta Lurah Sidoharjo dan seluruh perangkat kalurahan (pamong).

Kehadiran unsur masyarakat juga sangat terlihat, dengan partisipasi Ketua Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) beserta anggotanya, Babinsa, Babinkamtibmas, Ketua Lembaga, serta warga masyarakat Padukuhan Bintaos yang meramaikan acara.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Lurah Sidoharjo, disusul sambutan dari perwakilan Dinas PUPRKP dan Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, Sigit Subarno. Inti dari acara adalah pembacaan ikrar genduri, sebuah ritual adat yang mengungkapkan harapan agar lingkungan tetap selamat, bersih, dan terhindar dari bencana.

Puncak acara diisi dengan kegiatan tabur bunga ke lokasi luweng yang telah dimitigasi. Ritual ini merupakan simbol penghormatan terhadap alam sekaligus doa agar luweng yang telah diperbaiki dapat berfungsi dengan baik, mencegah genangan air, dan membawa keberkahan bagi kehidupan warga sekitar, khususnya di kawasan Pasar Bintaos.

Kegiatan ini tidak hanya menandai selesainya proyek fisik penanganan drainase, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan serta adat istiadat setempat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung