Proses Pembuatan Pupuk Fermentasi

Dwi S Yanie 09 Maret 2026 09:14:15 WIB

Sidoharjo (SIDA) - Hari Minggu yang cerah di tanggal 8 Maret 2026, suasana di Krapyak Padukuhan Pulegundes I, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, terasa berbeda dari biasanya. Jika umumnya hari libur diisi dengan bersantai, di sebuah sudut Krapyak, semangat gotong royong justru membuncah. Pengurus dan anggota Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Maju Bersama berkumpul, bukan untuk sekadar melepas penat, tetapi untuk menggerakkan roda usaha baru yang menjanjikan.
Hari itu, tumpukan yang biasanya dipandang sebelah mata ini, menjadi primadona yang akan disulap menjadi emas hitam bagi lahan pertanian.
Mereka memulai dengan mencacah kotoran yang sudah kering. Tak lupa, larutan bioaktivator (EM4) disiramkan secara merata untuk mempercepat proses fermentasi. Bau khas kotoran kambing perlahan sirna, berganti dengan aroma segar seperti tapai atau singkong fermentasi—tanda bahwa proses dekomposisi sedang berlangsung dengan baik.
Kegiatan ini bukan sekadar kerja fisik biasa. Ini adalah langkah strategis yang telah direncanakan oleh Bumkal Maju Bersama. Tumpukan bahan organik yang sedang difermentasi ini adalah jawaban atas kebutuhan mendesak: persiapan pupuk organik untuk program unggulan Bumkal selanjutnya, yaitu budidaya bawang merah.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung