Warga Padukuhan Bengle Lakukan Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Lebaran

Dwi S Yanie 19 Maret 2026 17:21:26 WIB

Sidoharjo (SIDA) - Kamis sore, 19 Maret 2026, udara di Padukuhan Bengle terasa berbeda. Matahari mulai condong ke barat, . Angin sore berhembus perlahan, membawa kesejukan yang terasa menusuk hingga ke relung hati. Suara azan Asar baru saja usai berkumandang, seakan menjadi penanda dimulainya sebuah tradisi tahunan yang dinanti.

Makam Turunan, yang merupakan kompleks pemakaman leluhur atau trah, sore itu berubah menjadi lautan manusia. Suasana yang biasanya sunyi dan sepi berubah menjadi ramai namun tetap penuh khidmat. Tradisi ziarah kubur di penghujung bulan puasa ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah napak tilas asal-usul dan penghubung silaturahmi antar keluarga besar.

Setibanya di makam, aktivitas gotong royong segera terlihat. Beberapa orang terlihat menyiram batu nisan dengan air, sementara yang lain dengan hati-hati menaburkan bunga di atas pusara leluhur mereka.

Mereka berdoa, memohonkan ampunan untuk para leluhur yang telah berpulang. Di tengah hiruk pikuk persiapan menyambut Hari Raya, momen ini menjadi pengingat akan hakikat kehidupan dan kematian. Air mata haru tak terbendung di pelupuk mata sebagian warga yang mengenang jasa orang tua, kakek, nenek, atau sanak saudara yang telah mendahului mereka.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung