Warga Bengle II Lestarikan Tradisi Mendak Pindo sebagai Wujud Doa dan Penghormatan

Dwi S Yanie 25 Maret 2026 12:36:18 WIB

Sidoharjo (SIDA) — Warga masyarakat Padukuhan Bengle II terus melestarikan tradisi mendak pindo, yakni peringatan dua tahun wafatnya seseorang, sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum/almarhumah.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan suasana khidmat di salah satu rumah warga, dihadiri oleh keluarga, tetangga, serta tokoh masyarakat setempat. Para peserta duduk bersama, melaksanakan doa dan tahlil untuk mendoakan arwah agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi mendak pindo merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat Jawa, khususnya di Padukuhan Bengle II. Selain sebagai bentuk doa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga yang mengadakan mendak pindo menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan doa dari para warga. Mereka berharap amal ibadah almarhum diterima serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Dengan tetap dilaksanakannya tradisi ini, masyarakat Bengle II menunjukkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai budaya serta kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung